Pengetahuan masyarakat tentang teknologi
informasi kini semakin meningkat. Kemajuan
teknologi yang semakin menanjak tersebut menuntut warga masyarakat untuk melek
ilmu pengetahuan dan menambah wawasan. Tak hanya di kota, warga desa-pun kini membutuhkan pengetahuan yang memadai guna memajukan perekonomian, pertanian
maupun pengetahuan warga demi membangun desa mereka.
Rabu, 26 Februari 2014
Selasa, 25 Februari 2014
MUSRENBANG KECAMATAN CIDAHU : Mari Wujudkan Cidahu yang Sejahtera, Mandiri dan Sehat
![]() |
| Camat Cidahu beserta Narasumber Musrenbangkec |
Kegiatan ini di hadiri seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Cidahu, Muspika Cidahu, BPMPD dan Bappeda Kabupaten Sukabumi serta Perwakilan dari anggota Dewan. Selain itu tampak hadir pula perwakilan BPD, kader pemberdayaan masyarakat, Tokoh masyarakat dan Tokoh perempuan dari masing-masing desa.
Senin, 24 Februari 2014
CARA KERJA PNPM MANDIRI PERDESAAN
PNPM Mandiri Perdesaan dilaksanakan
melalui upaya-upaya pemberdayaan dan partisipasi masyarakat di wilayah
perdesaan melalui tahapan-tahapan kegiatan berikut :
Sosialisasi dan penyebaran informasi
program. Baik secara langsung melalui fórum-forum pertemuan maupun dengan
mengembangkan/ memanfaatkan media/ saluran informasi masyarakat di berbagai
tingkat pemerintahan
Proses Partisipatif Pemetaan
Rumahtangga Miskin (RTM) dan Pemetaan Sosial. Masyarakat diajak untuk
bersama-sama menentukan kriteria kurang mampu dan bersama-sama pula menentukan
rumahtangga yang termasuk kategori
PRINSIP DASAR PNPM MANDIRI PERDESAAN
Sesuai dengan Pedoman Umum, PNPM Mandiri Perdesaan mempunyai prinsip atau nilai-nilai dasar yang selalu menjadi
landasan atau acuan dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan yang
akan diambil dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan. Nilai-nilai dasar tersebut diyakini mampu
mendorong terwujudnya tujuan PNPM Mandiri Perdesaan. Prinsip-prinsip itu meliputi:
TUJUAN PNPM MANDIRI PERDESAAN
Tujuan Umum PNPM Mandiri Perdesaan adalah meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan.
Tujuan khususnya meliputi:
a. Meningkatkan partisipasi
seluruh masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan atau kelompok perempuan, dalam
pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian
pembangunan
b. Melembagakan
pengelolaan pembangunan partisipatif dengan mendayagunakan sumber daya lokal
c. Mengembangkan
kapasitas pemerintahan desa dalam memfasilitasi pengelolaan pembangunan
partisipatif
d. Menyediakan
prasarana sarana sosial dasar dan ekonomi yang diprioritaskan oleh masyarakat
e. Melembagakan
pengelolaan dana bergulir
f. Mendorong
terbentuk dan berkembangnya kerjasama antar desa
g. Mengembangkan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan
kemiskinan perdesaan
PROFIL KECAMATAN CIDAHU
Kecamatan
Cidahu
yang terletak dikaki gunung salak adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sukabumi dengan jarak ke Ibu Kota kabupaten
yaitu ±72
Km
yang ditempuh dengan kendaraan selama ±2 Jam. Topografi Kecamatan Cidahu sebagian besar dataran tinggi, dengan ketinggian 500-1000 m di atas permukaan laut, suhu
antara 180-300
C dan udara kurang lembab.
Luas
wilayah kecamatan Cidahu
adalah : 2.916,190
Ha yang terbagi atas lahan darat : 685,75 Ha, lahan sawah : 1.189,38 Ha dan kehutanan : 772,50 Ha, sedangkan batas wilayah
kecamatan Cidahu
adalah :
^ Sebelah
Timur : Kecamatan Cicurug
^ Sebelah
Selatan : Kecamatan Parungkuda
^ Sebelah
Barat : Kecamatan Parakansalak
Pada
kondisi alam yang demikian, maka mata pencaharian penduduk pada umumnnya
bertani, dimana seluruh desa bertipe petani, sedangkan sebagian lainnya kaum perempuan menjadi buruh atau karyawan pada perusahaan-perusahan besar yang ada di kecamatan Cidahu.
Adapun desa di kecamatan Cidahu terdapat 8 Desa, yaitu :
1. Desa Cidahu
2. Desa Jayabakti
3. Desa Pondokaso Tengah
4. Desa Pondokaso Tonggoh
5. Desa Babakanpari
6. Desa Pasirdoton
7. Desa Tangkil
8. Desa Girijaya
1. Desa Cidahu
2. Desa Jayabakti
3. Desa Pondokaso Tengah
4. Desa Pondokaso Tonggoh
5. Desa Babakanpari
6. Desa Pasirdoton
7. Desa Tangkil
8. Desa Girijaya
Jumlah
penduduk kecamatan Cidahu
adalah 61.919
jiwa terdiri dari : 30.486
perempuan dan 31.433
laki-laki yang tersebar di 8
desa. Dari
jumlah penduduk diatas terdapat 4.583
KK yang tergolong masyarakat kurang mampu. Adapun yang menjadi pendekatan guna
meminimalisir angka kemiskinan yang ada di kecamatan Cidahu antara lain melalui pendekatan berbagai
program sebagai berikut :
§ Program
Raskin
§ Program
Jamkesmas
§ Program
PKH
§ Program
PNPM Mandiri Perdesaan
dan PNPM GSC
§ Program
P3K
SEKILAS PNPM
Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri
Perdesaan atau PNPM-Perdesaan atau Rural PNPM) merupakan salah satu
mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri
dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan
kesempatan kerja di wilayah perdesaan. PNPM Mandiri Perdesaan mengadopsi
sepenuhnya mekanisme dan prosedur Program Pengembangan Kecamatan (PPK)
yang telah dilaksanakan sejak 1998. PNPM Mandiri sendiri dikukuhkan
secara resmi oleh Presiden RI pada 30 April 2007 di Kota Palu, Sulawesi
Tengah.
Program
pemberdayaan masyarakat ini dapat dikatakan sebagai program pemberdayaan
masyarakat terbesar di tanah air. Dalam pelaksanaannya, program ini
memusatkan kegiatan bagi masyarakat Indonesia paling miskin di wilayah
perdesaan. Program ini menyediakan fasilitasi pemberdayaan masyarakat/
kelembagaan lokal, pendampingan, pelatihan, serta dana Bantuan Langsung
untuk Masyarakat (BLM) kepada masyarakat secara langsung. Besaran dana
BLM yang dialokasikan sebesar Rp750 juta sampai Rp3 miliar per
kecamatan, tergantung jumlah penduduk.
Dalam
PNPM Mandiri Perdesaan, seluruh anggota masyarakat diajak terlibat dalam
setiap tahapan kegiatan secara partisipatif, mulai dari proses
perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan pengelolaan dana
sesuai kebutuhan paling prioritas di desanya, sampai pada pelaksanaan
kegiatan dan pelestariannya.
Pelaksanaan
PNPM Mandiri Perdesaan berada di bawah binaan Direktorat Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa (PMD), Departemen Dalam Negeri. Program ini didukung
dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN), alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD), dana hibah dari sejumlah lembaga pemberi bantuan dibawah
koordinasi Bank Dunia.
Minggu, 23 Februari 2014
Video Dokumenter Kegiatan Posyandu dan Pos pergizi PNPM Mpd Generasi
Sebuah Video Dokumenter Kegiatan Kesehatan (Posyandu dan Pos Pergizi) PNPM Mpd Generasi Kecamatan Cidahu Kab. Sukabumi.
Pembangunan Kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut
merupakan upaya seluruh potensi bangsa ini, baik masyarakat, swasta maupun
pemerintah. Keadaan gizi yang tidak seimbang dapat mempengaruhi status gizi dan
pada akhirnya menimbulkan masalah gizi.
Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan bersumber Daya
Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk
dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna
memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan
angka kematian ibu dan bayi.
Pos pergizi merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu. Pos pergizi merupakan salah satu
strategi yang efektif dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kecerdasan
anak di waktu yang akan datang.
Melalui Pos pergizi ini diharapan dapat :
1. Merehabilitasi anak-anak malnutrisi
2. Mempertahankan status gizi baik dengan melakukan kebiasaan baru di rumah
3. Mencegah terjadinya anak malnutrisi di masa yang akan datang
2. Mempertahankan status gizi baik dengan melakukan kebiasaan baru di rumah
3. Mencegah terjadinya anak malnutrisi di masa yang akan datang
Pentingnya gizi dalam kehidupan bangsa Indonesia sudah diungkapkan oleh
Bapak Gizi Indonesia Prof. Poerwo Soedarmo pada awal kemerdekaan RI,
beliau juga yang menggagaskan Hari Gizi Nasional sebagai awal gerakan
pendidikan gizi kepada masyarakat. Akhirnya disepakatilah bahwa setiap
tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional.
Keberhasilan pelaksanaan Pos pergizi ini sangat ditentukan oleh komitmen dan
keterlibatan penuh semua pihak terutama Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pemerintah kecamatan, desa dan masyarakat.
Semoga menjadi Motivasi Kita untuk peningkatan kapasitas fasilitasi dan
Mitra kerja lebih efektif dengan Dinas Kesehatan dan Pendidikan..
Bravo PNPM Cidahu...!!
Bravo Juga PNPM Generasi SUkabumi...!!
Bravo PNPM Cidahu...!!
Bravo Juga PNPM Generasi SUkabumi...!!
Kamis, 13 Februari 2014
Langganan:
Komentar (Atom)

















































