Pengetahuan masyarakat tentang teknologi
informasi kini semakin meningkat. Kemajuan
teknologi yang semakin menanjak tersebut menuntut warga masyarakat untuk melek
ilmu pengetahuan dan menambah wawasan. Tak hanya di kota, warga desa-pun kini membutuhkan pengetahuan yang memadai guna memajukan perekonomian, pertanian
maupun pengetahuan warga demi membangun desa mereka.
Domain desa.id sebagai domain tingkat dua
(DTD) yang telah dirilis 1 Mei tahun lalu sebagai entitas resmi desa di Indonesia
yang selama ini belum memiliki domain internet sendiri menunjukan suatu tren
peminat yang terus tumbuh.
Nizar, seorang penggiat IT dan anggota GDM mengungkapkan,"Seluruh desa di kecamatan cidahu sudah mengajukan
permohonan domain desa.id tersebut. Tiga desa sudah menerima nama domain
desa.id yaitu : cidahu.desa.id, tangkil.desa.id dan girijaya.desa.id, sementara 5
desa di cidahu sudah mengajukan tinggal menunggu saja domain desa.id dari Pengelola Nama Domain Internet
Indonesia (PANDI)". Beberapa waktu yang lalu juga telah dilaksakan Lokakarya Gerakan Desa Membangun dan Pelatihan Pengelolaan Website Desa, ujar Nizar menambahkan.
Domain desa.id ini digagas oleh oleh
Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN) Gerakan Desa Membangun (GDM)
bekerjasama dengan sejumlah organisasi pemerintah dan nonpemerintah. Program
ini merupakan strategi untuk mengarusutamakan isu-isu perdesaan di ruang
publik. Jumlah desa di Indonesia lebih dari 75 ribu, tetapi kemampuan desa
dalam mempengaruhi kebijakan publik sangat rendah. Produk dan potensi di desa
juga banyak dan beragam, namun hal itu belum mampu dimaksimalkan untuk
meningkatkan perekonomian masyarakat. Program ini juga menjadi terobosan untuk
mengurangi kesenjangan informasi di desa.
![]() |
| Ilustrasi : Warga memanfaatkan internet di desa |
Kedepannya, domain “desa.id” ini diharapkan mampu
mendukung pengembangan konten internet Indonesia dari wilayah perdesaan
sehingga muncul
konten-konten khas yang berbeda dengan konten saat ini yang didominasi
perkotaan. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk
mengembangkan internet ke wilayah perdesaan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Komentar