SELAMAT BERKUNJUNG DI BLOG PNPM MANDIRI PERDESAAN - GENERASI KEC. CIDAHU KAB. SUKABUMI

Rabu, 26 Februari 2014

DESA-DESA DI CIDAHU BANGGA PAKAI DOMAIN Desa.id


Pengetahuan masyarakat tentang teknologi informasi kini semakin meningkat. Kemajuan teknologi yang semakin menanjak tersebut menuntut warga masyarakat untuk melek ilmu pengetahuan dan menambah wawasan. Tak hanya di kota, warga desa-pun kini membutuhkan pengetahuan yang memadai guna memajukan perekonomian, pertanian maupun pengetahuan warga demi membangun desa mereka.

Domain desa.id sebagai domain tingkat dua (DTD) yang telah dirilis 1 Mei tahun lalu sebagai entitas resmi desa di Indonesia yang selama ini belum memiliki domain internet sendiri menunjukan suatu tren peminat yang terus tumbuh.

Nizar, seorang penggiat IT dan anggota GDM mengungkapkan,"Seluruh desa di kecamatan cidahu sudah mengajukan permohonan domain desa.id tersebut. Tiga desa sudah menerima nama domain desa.id yaitu : cidahu.desa.id, tangkil.desa.id dan girijaya.desa.id, sementara 5 desa di cidahu sudah mengajukan tinggal menunggu saja domain desa.id dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI)". Beberapa waktu yang lalu juga telah dilaksakan Lokakarya Gerakan Desa Membangun dan Pelatihan Pengelolaan Website Desa, ujar Nizar menambahkan.
 
Domain desa.id ini digagas oleh oleh Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN) Gerakan Desa Membangun (GDM) bekerjasama dengan sejumlah organisasi pemerintah dan nonpemerintah. Program ini merupakan strategi untuk mengarusutamakan isu-isu perdesaan di ruang publik. Jumlah desa di Indonesia lebih dari 75 ribu, tetapi kemampuan desa dalam mempengaruhi kebijakan publik sangat rendah. Produk dan potensi di desa juga banyak dan beragam, namun hal itu belum mampu dimaksimalkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Program ini juga menjadi terobosan untuk mengurangi kesenjangan informasi di desa.

Ilustrasi : Warga memanfaatkan internet di desa
Kedepannya, domain “desa.id” ini diharapkan mampu mendukung pengembangan konten internet Indonesia dari wilayah perdesaan sehingga muncul konten-konten khas yang berbeda dengan konten saat ini yang didominasi perkotaan. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan internet ke wilayah perdesaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Komentar