Beberapa
hari yang lalu, tepatnya tanggal 8-10 Mei 2014, Kelompok Kerja (Pokja) Pengendali PNPM Mandiri bekerjasama dengan
Kementerian/Lembaga (K/L) pelaksana PNPM Mandiri usai menyelenggarakan Temu
Nasional(Temnas) Tahun 2014. Tema Temu Nasional tahun 2014 ini adalah “Bersama
PNPM Mandiri, Masyarakat Berdaya, Mandiri dan Bermartabat”.
Acara yang digelar setiap tahun ini terasa berbeda
dengan kegiatan Temu Nasional sebelumnya, gegap gempita dan gebyar PNPM terasa
sekali pada pelaksanaaan tahun ini. Serangkaian acara kegiatan sebenarnya telah
dilangsungkan sebagai sarana kegiatan publikasi Temu Nasional 2014. Pada
tanggal 23 April 2014 yang lalu telah dilakukan dialog interaktif di TVRI
“Dialog Kabinet Bersatu Menjawab” dengan tema Masyarakat Berdaya, Mandiri dan
Bermartabat. Narasumber yang hadir diantaranya yaitu Dr, Ir. Sujana Rojat, DEA
selaku Ketua Setpokja Pengendali PNPM Mandiri, Deputi Bidang Koordinasi
Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Bidang Kesejahteraan Rakyat(Kemenko
Kesra), Ir. Tarmizi A. Karim, M.Sc Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat
dan Desa, Kementerian Dalam Negeri selaku Pembina PNPM Mandiri Perdesaan, Ir.
Adjar Prajudi, MCM., MCE selaku Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan,
Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum selaku penanggung jawab PNPM
Perkotaan.
Kegiatan
publikasi selanjutnya dilakukan di Studio Pro3 FM RRI pada tanggal 28 April 2014 dengan menggelar
Talkshow Indonesia Bersatu. Narasumber yang dihadirkan diantaranya Pamuji
Lestari, Setpokja Pengendali PNPM Mandiri sekaligus Deputi Bidang Koordinasi
Penanggulangan Kemiskinan Kemenko Kesra, Gatot Yanrianto Direktur Kelembagaan
dan Pelatihan Masyarakat, Ditjen PMD Kementerian dalam Negeri selaku
Penanggungjawab PNPM Mandiri Perdesan, dan Adjar Prajudi selaku penanggungjawab
PNPM Perkotaan.
Selanjutnya Pada Tanggal 8 Mei 2014
juga diselenggarakan diskusi bersama Bapak Sujana Royat, PNPM Mandiri dan Bapak
Freddy Tulung, Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan tema “Membangun
Impian Masyarakat dan Temu Nasional PNPM”. Acara Coffee Break di TVOne yang
rencananya disirkan langsung/live tersebut
tidak jadi siaran langsung, Coffee Break ditayangkan pada Sabtu 10 Mei
2014 jam 7.30 WIB di TVOne.
Sebelumnya juga telah diadakan lomba
Foto dan Bercerita, dalam hal ini Kreativitas masyarakat mengenai “1001 Jejak
PNPM Mandiri” disajikan dalam bentuk foto atau cerita. Dan pemenang lomba Foto
dan Bercerita pun sudah didapatkan. Para pemenang juga akan hadir dalam Temu Nasional 2014. Karya finalis 10
besar akan dipamerkan dalam Temu Nasional 2014.
100 Duta PNPM Mandiri
Temnas 2014 kali ini terasa spesial karena dilaksanakan pada masa transisi
pemerintahan atau masa pergantian pucuk kepemimpinan. Pada acara Temnas saat
ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat penerima manfaat dan pelaku di
lapangan untuk berpartisipasi. Sekitar 100 tokoh penggerak pemberdayaan/Duta
PNPM diundang dari pelosok daerah untuk menyampaikan dan bercerita pengalaman serta
aspirasi mereka kepada pemerintah. Beberapa diantaranya adalah warga dari
daerah terpencil dan terpinggirkan, namun berhasil berdaya berkat PNPM Mandiri.
Pesan ini diharapkan dapat menjadi modal keberlanjutan PNPM Mandiri.
Temnas
dan Pesta Rakyat PNPM Mandiri yang dilaksanakan 8-10 Mei 2014 di Jakarta
menampilkan berbagai kegiatan. Pada hari Kamis tanggal 7 Mei 2014 para Duta
PNPM yang diundang sudah mulai berdatangan di Treva
International Hotel Jl. Menteng Raya sebagai tempat menginap para Duta dan tamu
undangan. Pada hari pertama Kamis 8 Mei 2014 dilakukan Lokakarya Duta PNPM
serta pembukaan Temu Nasional 2014. Pamuji Lestari selaku Sekretariat Pokja
Pengendali PNPM Mandiri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada
para Duta PNPM. Pamuji Lestari juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada
para Duta sebagai agen pemberdaya yang tak pernah letih berjuang dan berpesan
agar menjaga masyarakat tetap berdaya. Diceritakan ada Duta PNPM dari Toli-toli
yang 19 jam berlayar, artinya negara kita luar biasa. Ditambahkannya pula bahwa
85 negara juga telah belajar dari PNPM Mandiri. Hari ini masing-masing duta
akan bercerita dan berbagi pengalamannya dan besok akan bertemu Menteri
Koordinator Kesejahteraan Rakyat.
Sambutan
dari Sujana Royat, Deputi Koordinasi Bidang Penanggulangan
Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang
Kesejahteraan Rakyat selaku Ketua Pokja Pengendali PNPM Mandiri sekaligus
membuka acara Temu Nasional 2014. “Ini lihat PNPM, program yang membentuk
jawara kehidupan. Mereka adalah champion PNPM Mandiri yang berhasil
mewujudkan mimpi mereka. PNPM Mandiri bukan hanya infrastruktur, tapi juga
menghasilkan individu juara yang mampu memberikan aspirasi. Sujana Royat
mengajak untuk mengobarkan semangat pemberdayaan masyarakat, “jika kita punya
niat baik, pasti Tuhan akan membantu”, ungkapnya.
Selanjutnya Duta PNPM berbagi cerita dan inspirasi
yang akan disumbangkan untuk masa depan indonesia. Duta PNPM juga merumuskan
“Mengapa PNPM Harus dilanjutkan?” satu persatu duta PNPM Bercerita pada
lokakarya hari ini dan besoknya juga akan bercerita dengan Kementerian /
Lembaga.
Duta
PNPM MPd-GSC dari Sukabumi, Siapa Yuyum?
Diantara duta yang terpilih, salah satu diantaranya
berasal dari Kabupaten Sukabumi. Ia adalah Yuyum Yulianti, wanita asal Cidahu,
Kabupaten Sukabumi. Siapa Yuyum? Yuyum Yulianti mewakili
PNPM Mandiri Perdesaan-Generasi Kabupaten Sukabumi. Beliau adalah seorang Kader
Posyandu, anggota TPMD PNPM MPd Generasi Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu,
Kabupaten Sukabumi. Yuyum Yulianti diundang menjadi Duta PNPM karena kiprah
beliau dalam mewujudkan harapan masyarakat, Yuyum
adalah wanita hebat yang telah memberikan kontribusi besar khususnya
Kampung Legoknyenang dan Cihaneuleum. Kampung Legoknyenang dan Cihaneuleum merupakan salah satu kampung yang
ada di Desa Cidahu yang letaknya di Kaki Gunung Salak, dulunya
akses menuju
kampung tersebut dari pusat Desa + 3 Km dengan kondisi jalan setapak +
2 Km, dengan waktu tempuh 30 menit (waktu normal/kemarau) 1 jam lebih dikala
musim hujan. Selain jauh dari pusat desa, Kampung Legoknyenang dan
Cihaneuleum tidak memiliki tempat layanan pendidikan (Sekolah Dasar) dan
Kesehatan (Posyandu). Apabila
dimusim hujan kondisi jalan becek/licin, sehingga anak sekolah, ibu hamil, bayi
dan balita dari kampung tersebut terhambat untuk mengakses ke tempat
layanan dan petugas layanan. Untuk menunjang kegiatan tersebut rumah Ibu Yuyum Yulianti dan Mesjid
dipergunakan untuk kegiatan Posyandu dan Belajar, Sedangkan untuk kegiatan lainnya ada di luar Kp
Legoknyenang/sekitar wilayah kantor desa.
Untuk mengantisipasi permasalahan akses jalan, masyarakat bahu membahu membuka jalan yang
sebagian tanahnya dibeli (Ibu Yuyum Yulianti) dari warga dengan luas 3x300 M
sehingga yang tadinya jalan setapak/tanah menjadi jalan kampung atau desa yang
bisa di akses roda empat dengan cara dibuka dan perkerasan selama kurun waktu 2
tahun.
Untuk meningkatkan kehadiran dan motivasi hadir ke
Posyandu maka setelah kegiatan tersebut dilaksanakan kegiatan PAUD. Karena
jauhnya akses ke Sekolah Dasar maka sampai dengan Tahun 2008 anak
usia 7, 8 dan 9 tahun warga Kp Legoknyenang dan Cihaneuleum masih ada yang bergabung di PAUD.
Hal tersebut menjadi cikal bakal pemikiran Ibu Kader Posyandu Sekaligus
Tutor PAUD Ibu Yuyum Yulianti dan Hj. Astriah yang disampaikan di
Musrenbangdes, Musdus dan DTKP untuk dibangun tempat layanan kesehatan (PYD)
dan Pendidikan Dasar (Kelas Jauh SDN 1 Cidahu)
Dari harapan tersebut pada Tahun 2008, di bangun Posyandu yang difasilitasi oleh
PNPM Generasi Desa Cidahu
dan dibangun PAUD serta MCK dari bantuan lainnya di atas
Tanah Hibah(Ibu Yuyum Yulianti)
seluas 300 m. Untuk membuktikan
keseriusan masyarakat Legok nyenang
dan Cihaneuleum untuk dibangunnya
tempat layanan pendidikan dasar, maka atas
izin UPTD Pendidikan
dan Kepala Sekolah
SDN 1 Cidahu, war ga yang dikoordinir
oleh Ibu Yuyum Yulianti menyelengarakan Pendidikan
Dasar Kelas Jauh di Tahun 2009 dengan tenaga pengajar 2 orang dan jumlah siswa 36 orang. Adapun tempat untuk mewujudkan hal
tersebut Mesjid yang dibangun di
atas Tanah Wakap (Ibu Yuyum
Yulianti) seluas 800 M dipakai
untuk kegiatan belajar mengajar kelas jauh
SDN 1 Cidahu. Dengan keseriusan
tersebut akhirnya Tahun
2010 di bagun Satu Lokal RKB
oleh PNPM Generasi
Desa Cidahu di Tanah Hibah
( Ibu Yuyum Yulianti) seluas 800 m.
Akses jalan yang sudah
dibuka dan diperkeras oleh Masyarakat sepanjang 862 Meter dan lebar 2,5 Meter,Tahun 2011 di tingkatkan/di
aspal oleh PNPM Mandiri Perdesaan dan
diawal Tahun 2012 status Kelas Jauh SDN 1 Cidahu menjadi SDN 3 Cidahu (definitif) dengan Kepala Sekolah (PNS), Guru
Olah Raga (PNS) dan 2 orang guru honorer. Pada Tahun 2013 di tanah hibah (Ibu Yuyum Yulianti) seluas 800 M tersebut
di atas dibangun 2 lokal RKB SDN 3
Cidahu bantuan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, sedangkan pada Tahun 2014 sekarang sedang dibangun 3 Lokal RKB MD di
atas tanah Hibah (Ibu Yuyum Yulianti) seluas 800 M dan akses jalan menuju SDN 3 Cidahu dan MD
seluas 1000 M. Sampai saat ini untuk
menjawab kekurangan ruang belajar siswa masih tetap memakai ruang mesjid
sedang ruang Guru/ Kantor masih
menumpang di salah satu rumah (Ibu Yuyum Yulianti) yang terletak disekitar Sekolah.
Perempuan yang memiliki
motto: ”memberi apa
yang kita miliki dan bermanfaat bagi kemaslahatan orang lain menjadi inspirasi dalam bermasyarakat” sampai kapanpun akan terus berjuang demi
mewujudkan mimpi-mimpi dan harapan masyarakat. Bentuk Partisipsi
Masyarakat yang tinggi serta Fasilitasi PNPM MPd Generasi dan Mandiri
Perdesaan, Kampung Legoknyenang dan Cihaneuleum telah
memiliki apa yang mereka harapkan yang sebelumnya hanya mimpi dan mimpi. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang
Audiensi dengan Kementerian/Lembaga
Pada
hari kedua Temu Nasinal 2014, Jumat 9 Mei 2014 para duta sejatinya akan berkunjung ke Kantor Wakil Presiden
(Wapres) sekaligus berdialog dengan Wapres RI, Boediono. Akan tetapi acara ini
dibatalkan karena berbarengan dengan agenda Sidang yang mana Wapres RI,
Boediono hadir dalam persidangan tersebut memberikan keterangan sebagai saksi.
Untuk itu acara hari ini langsung melakukan audiensi ke enam K/L, untuk berbagi
kisah inspiratif kedapa para pejabat di lingkungan K/L tersebut.
“Bukan sekedar menyediakan pelayanan umum, PNPM
Mandiri juga melatih kelompok miskin untuk aktif dan berdaya mengakses layanan
kesehatan dasar bagi ibu hamil, balita dan anak-anak, serta pelayanan
pendidikan, dan hokum”, ungkap Naomi Bole, salah satu duta PNPM Mandiri
Perdesaan dari Sumba timur, NTT dalam audiensi para duta dengan Menko Kesra
Agung Laksono, Jum’at (09/05) di Jakarta.
Rahma (12) seorang tuna
daksa yang ditinggal keluarganya sejak kecil. Ayahnya malu karena kondisinya.
Dia baru bisa sekolah 8 tahun. Sering diolok-olok temannya. Setelah mendapat
bantuan kaki palsu, bisa kembali bersekolah dengan ceria. Rahma adalah penerima manfaat PNPM Generasi dari
Kampung Gadok, Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat,
Prov. Jawa Barat. Siswi kelas IV SD penyandang disabilitas tersebut kini
berdaya setelah mendapat bantuan kaki palsu yang difasilistasi PNPM. PNPM telah
membuat dirinya termotivasi untuk menyenyam pendidikan di sekolah umum. Rahma
kini berprestasi di kelasnya dengan nilai rata-rata delapan. Semangatnya telah
menginspirasi para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk
tidak menyerah dan menyekolahkan anaknya
Para Duta PNPM berdiskusi keberlanjutan PNPM Mandiri
bersama Menko Kesra Agung Laksono. Mereka berharap program ini tetap berlanjut
karena PNPM Mandiri telah terbukti berguna untuk masyarakat dalam mewujudkan
keinginan dan harapan masyarakat.
Usai beraudiensi dengan kementerian / Lembaga,
mengenai harapan dan aspirasi mereka Mengapa
PNPM Mandiri harus dilanjutkan, yang disampaikan secara langsung ke
Kementerian/ Lembaga, para duta PNPM kembali ke Hotel tempat menginap untuk
beristirahat dan bersiap untuk acara besok yaitu Acara puncak Temnas PNPM Mandiri 2014 akan digelar pada 10 Mei 2014
di Monumen Nasional, Jakarta, dengan bernuansa Pesta Rakyat.
Pesta Rakyat Temu Nasional 2014
Acara puncak Temu Nasional 2014 dipusatkan di Monumen
Nasional pada hari Sabtu, 10 Mei 2014. Umbul-umbul dan bendera Temu Nasional
PNPM Mandiri menyambut mulai dari pintu masuk Monas hingga Gapura Selamat
Datang Temu Nasional 2014. Gapura sederhana yang terbuat dari Bambu dan tampak
bentuk boneka manusia yang sedang bergotong royong membangun mencerminkan
nilai-nilai dalam PNPM Mandiri yang senantiasa menumbuhkan nilai gotong royong
dan partisipasi. Setelah masuk gapura langsung disambut oleh tenda pendaftaran
bagi peserta maupun masyarakat umum. Didepannya terdapat tenda Press
Conference, maju kedepan ada Panggung Besar untuk acara Pesta Rakyat dengan
barisan seribuan kursi untuk peserta dan masyarakat umum. Disamping kursi
peserta dan masyarakat yang menghadiri pesta rakyat ini terdapat tenda-tenda
yang merupakan perwakilan dari Program PNPM Mandiri yang membuka Stan Pameran.
Terdapat Baliho Raksasa dengan gambar foto-foto pelaku dan penerima manfaat
program PNPM yang bisa kita manfaatkan untuk background kita berfoto.
Tari Pakarena dari Sulawesi membuka Temu Nasional
PNPM Mandiri 2014. Ibu Pamuji Lestari, PNPM Mandiri mengajak para Duta PNPM
berdiri penuh semangat memekikkan yel-yel PNPM Mandiri. Semangat
pejuang pembangunan DUTA PNPM Mandiri,
Semangat melanjutkan PNPM. Acara disambut oleh perwakilan Gubernur DKI yaitu Asisten
Deputi Gubernur DKI, Harijogja. Perwakilan Pemerintah Provinsi DKI menyampaikan ucapan,
"Selamat Datang" dari Gubernur, Joko Widodo. Selanjutnya Perwakilan
Kemenko Kesra menyampaikan semangat dari Menko Kesra, Agung Laksono,
"Salam dan terima kasih atas yg sudah Bapak/Ibu lakukan untuk PNPM yg
manfaatnya kita rasakan bersama, disampaikan oleh Sesmenko Kesra Sugihartatmo, dan dengan didampingi Sekjen
PMD Kemendagri Tarmizi Karim serta Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan
Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko Kesra Sujana Royat, Sugihartatmo membuka secara
Acara
dilanjutkan dengan berbagi kisah inspiratif dari Duta
PNPM kepada 700 masyarakat yang hadir. Duta PNPM dari Nunukan, Kalimantan Tenggara, Ibu Dorce bangga
dengan PNPM
Mandiri karena bisa
mengembangkan usaha gorengan & aksesoris. Anaknya sebentar lagi akan
diwisuda sarjana. Sementara
itu Sugeng Handoko,
pemenang Lomba Cerita 1001 Jejak PNPM Mandiri dari Desa wisata Nglanggeran, DIY. "Pemicu
keberhasilan adalah dari keinginan masyarakat itu sendiri dan dilakukan
masyarakat." Desa Nglanggeran kini mengembangkan homestay, kuliner, tampungan air untuk
agrowisata, dan pengembangan wisata lainnya. Di dunia internasional, Desa
Nglanggeran diajukan menjadi geopark internasional yang akan dinilai Unesco. Waltrudis Jenimat dari Manggarai bercerita di
daerahnya ada kepercayaan bahwa usia kehamilan di bawah 3 bulan harus berusaha
menyembunyikan karena khawatir tidak jadi. Akhirnya, para ibu tidak memeriksa
kandungannya. Tapi sejak ada PNPM Mandiri ibu rutin ke posyandu dan merawat kehamilan.
"Kamipun orang desa, ingin sama-sama membangun bangsa."ujarnya.
Pada Pesta Rakyat di Monas ini juga dilangsungkan
Bincang Inspiratif “Dialog Nusantara Berdaya” sesi talkshow untuk menanggapai
dan mengapresiasi ke-100 duta PNPM merupakan sesi utama dalam rangkaian acara
Temu Nasional PNPM 2014 yang diharapkan dapat mengkonfirmasi keberlanjutan
diterapkannya nilai-nilai positif PNPM bagi Indonesia yang lebih baik. Talkshow
yang ditampilkan diatas panggung terbuka dihadapan peserta temu Nasional dan
masyarakat umum pengunjung monas menghadirkan para tokoh pemberdayaan seperti
Budiman Sudjatmiko, Erna Witoelar, Sujana Royat, dan Nani Zulmirnarni (Perempuan
Kepala Keluarga – PEKKA) dan dipandu oleh presenter Anya Dwinov .
Budiman Sujatmiko, anggota DPR RI itu mengatakan
"Kita harus mengubah pola pikir dari pegawai pemberdayaan menjadi agent of
change, agen pengubah desa." Budiman juga
menyoroti hadirnya Website Desa dengan domain desa.id yang sudahdigunakan oleh
sebagian desa diseluruh indonesia. Dengan adanya
website desa, ibarat seperti menaruh uang di tempat terang. Jadi Semua
masyarakat mengetahui dana untuk desanya." Erna Witoelar menyoroti, Di
dunia ini ada dua gender; laki-laki dan perempuan. Kalau hanya ada laki-laki,
masih ada ketimpangan. Senada dengan Erna Witoelar, Nani, ketua PEKKA(Perempuan Kepala Keluarga) mengatakan “Jangan sampai setelah UU Desa, muncul perda-perda
yg diskriminatif terhadap perempuan. PNPM harus kawal, Nani juga berharap
Inspirator tidak berhenti di dirinya, terus belajar, tidak berhenti pada satu
hasil. PNPM antar masyarakat desa berdaulat."ujarnya. Sementara
itu Bapak Sujana Royat, dari PNPM Mandiri mengatakan untuk memberdayakan yg paling
terpuruk. Pemberdayaan masyarakat dari bawah.
Acara yang digelar sehari penuh tersebut ditutup
dengan peluncuran buku PNPM bersama
KATADATA “Indonesia
Berdaya” dalam sebulan
menemukan 100 kisah dari pelosok, dan Pesta Rakyat yang dimeriahkan hiburan dari Nu Dimension, Penyanyi
Jalanan, ada Standup Comedy Ari Keriting yang mengocok perut,
serta joget bareng rame-rame. “Siapapun presidennya, programnya satu tujuan!”
Nyanyi dan joged bareng yang dipandu Komunitas Kreatif. Pak Sujana Royat pun melebur menjadi satu berjoget ria
bersama-sama. Dipenghujung diberikan Tenun
khusus dari pemanfaat PNPM Peduli Lombok utk Pak Sujana.
Acara
Temu Nasional 2014 pun telah usai, gebyar PNPM pun terasa sekali dibandingkan
Temu Nasional sebelum-sebelumnya. Melalui 100 Duta PNPM dari seluruh Indonesia
sudah bercerita dan menyampaikan harapannya kepada Pemerintah melalui
Kementerian/Lembaga, betapa dahsyat perubahan yang terjadi dimasyarakat dan
betapa besar manfaat dari Program PNPM Mandiri untuk masyarakat. Program PNPM
Mandiri sudah mengakar kuat dimasyarakat dan masyarakat mengharapkan untuk
keberlanjutan program ini, tidak berhenti sampai tahun ini. Siapapun
pemimpinnya, siapapun presidennya, masyarakat berharap program ini tetap
berlanjut, apapun namanya nanti.(Hends-2014)
Foto by : PSF dan Koleksi Pribadi.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Komentar