SELAMAT BERKUNJUNG DI BLOG PNPM MANDIRI PERDESAAN - GENERASI KEC. CIDAHU KAB. SUKABUMI

Sabtu, 17 Mei 2014

Gegap gempita Temu Nasional PNPM Mandiri dan Pesta Rakyat 2014



Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 8-10 Mei 2014, Kelompok Kerja (Pokja) Pengendali PNPM Mandiri bekerjasama dengan Kementerian/Lembaga (K/L) pelaksana PNPM Mandiri usai menyelenggarakan Temu Nasional(Temnas) Tahun 2014. Tema Temu Nasional tahun 2014 ini adalah “Bersama PNPM Mandiri, Masyarakat Berdaya, Mandiri dan Bermartabat”.
Acara yang digelar setiap tahun ini terasa berbeda dengan kegiatan Temu Nasional sebelumnya, gegap gempita dan gebyar PNPM terasa sekali pada pelaksanaaan tahun ini. Serangkaian acara kegiatan sebenarnya telah dilangsungkan sebagai sarana kegiatan publikasi Temu Nasional 2014. Pada tanggal 23 April 2014 yang lalu telah dilakukan dialog interaktif di TVRI “Dialog Kabinet Bersatu Menjawab” dengan tema Masyarakat Berdaya, Mandiri dan Bermartabat. Narasumber yang hadir diantaranya yaitu Dr, Ir. Sujana Rojat, DEA selaku Ketua Setpokja Pengendali PNPM Mandiri, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Bidang Kesejahteraan Rakyat(Kemenko Kesra), Ir. Tarmizi A. Karim, M.Sc Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kementerian Dalam Negeri selaku Pembina PNPM Mandiri Perdesaan, Ir. Adjar Prajudi, MCM., MCE selaku Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan, Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum selaku penanggung jawab PNPM Perkotaan.
Kegiatan publikasi selanjutnya dilakukan di Studio Pro3 FM RRI  pada tanggal 28 April 2014 dengan menggelar Talkshow Indonesia Bersatu. Narasumber yang dihadirkan diantaranya Pamuji Lestari, Setpokja Pengendali PNPM Mandiri sekaligus Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kemenko Kesra, Gatot Yanrianto Direktur Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat, Ditjen PMD Kementerian dalam Negeri selaku Penanggungjawab PNPM Mandiri Perdesan, dan Adjar Prajudi selaku penanggungjawab PNPM Perkotaan.
Selanjutnya Pada Tanggal 8 Mei 2014 juga diselenggarakan diskusi bersama Bapak Sujana Royat, PNPM Mandiri dan Bapak Freddy Tulung, Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan tema “Membangun Impian Masyarakat dan Temu Nasional PNPM”. Acara Coffee Break di TVOne yang rencananya disirkan langsung/live tersebut  tidak jadi siaran langsung, Coffee Break ditayangkan pada Sabtu 10 Mei 2014 jam 7.30 WIB di TVOne.
Sebelumnya juga telah diadakan lomba Foto dan Bercerita, dalam hal ini Kreativitas masyarakat mengenai “1001 Jejak PNPM Mandiri” disajikan dalam bentuk foto atau cerita. Dan pemenang lomba Foto dan Bercerita pun sudah didapatkan. Para pemenang juga akan hadir dalam Temu Nasional 2014. Karya finalis 10 besar akan dipamerkan dalam Temu Nasional 2014.

100 Duta PNPM Mandiri
Temnas 2014 kali ini terasa spesial karena dilaksanakan pada masa transisi pemerintahan atau masa pergantian pucuk kepemimpinan. Pada acara Temnas saat ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat penerima manfaat dan pelaku di lapangan untuk berpartisipasi. Sekitar 100 tokoh penggerak pemberdayaan/Duta PNPM diundang dari pelosok daerah untuk menyampaikan dan bercerita pengalaman serta aspirasi mereka kepada pemerintah. Beberapa diantaranya adalah warga dari daerah terpencil dan terpinggirkan, namun berhasil berdaya berkat PNPM Mandiri. Pesan ini diharapkan dapat menjadi modal keberlanjutan PNPM Mandiri.
Temnas dan Pesta Rakyat PNPM Mandiri yang dilaksanakan 8-10 Mei 2014 di Jakarta menampilkan berbagai kegiatan. Pada hari Kamis tanggal 7 Mei 2014 para Duta PNPM yang diundang sudah mulai berdatangan di Treva International Hotel Jl. Menteng Raya sebagai tempat menginap para Duta dan tamu undangan. Pada hari pertama Kamis 8 Mei 2014 dilakukan Lokakarya Duta PNPM serta pembukaan Temu Nasional 2014. Pamuji Lestari selaku Sekretariat Pokja Pengendali PNPM Mandiri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para Duta PNPM. Pamuji Lestari juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada para Duta sebagai agen pemberdaya yang tak pernah letih berjuang dan berpesan agar menjaga masyarakat tetap berdaya. Diceritakan ada Duta PNPM dari Toli-toli yang 19 jam berlayar, artinya negara kita luar biasa. Ditambahkannya pula bahwa 85 negara juga telah belajar dari PNPM Mandiri. Hari ini masing-masing duta akan bercerita dan berbagi pengalamannya dan besok akan bertemu Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.
Sambutan dari Sujana Royat, Deputi Koordinasi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat selaku Ketua Pokja Pengendali PNPM Mandiri sekaligus membuka acara Temu Nasional 2014. “Ini lihat PNPM, program yang membentuk jawara kehidupan. Mereka adalah champion PNPM Mandiri yang berhasil mewujudkan mimpi mereka. PNPM Mandiri bukan hanya infrastruktur, tapi juga menghasilkan individu juara yang mampu memberikan aspirasi. Sujana Royat mengajak untuk mengobarkan semangat pemberdayaan masyarakat, “jika kita punya niat baik, pasti Tuhan akan membantu”, ungkapnya.
Selanjutnya Duta PNPM berbagi cerita dan inspirasi yang akan disumbangkan untuk masa depan indonesia. Duta PNPM juga merumuskan “Mengapa PNPM Harus dilanjutkan?” satu persatu duta PNPM Bercerita pada lokakarya hari ini dan besoknya juga akan bercerita dengan Kementerian / Lembaga. 

Duta PNPM MPd-GSC dari Sukabumi, Siapa Yuyum?
Diantara duta yang terpilih, salah satu diantaranya berasal dari Kabupaten Sukabumi. Ia adalah Yuyum Yulianti, wanita asal Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Siapa Yuyum? Yuyum Yulianti mewakili PNPM Mandiri Perdesaan-Generasi Kabupaten Sukabumi. Beliau adalah seorang Kader Posyandu, anggota TPMD PNPM MPd Generasi Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Yuyum Yulianti diundang menjadi Duta PNPM karena kiprah beliau dalam mewujudkan harapan masyarakat, Yuyum adalah wanita hebat yang telah memberikan kontribusi besar khususnya Kampung Legoknyenang dan Cihaneuleum. Kampung Legoknyenang dan Cihaneuleum merupakan salah satu kampung yang ada di Desa Cidahu yang letaknya di Kaki Gunung Salak, dulunya akses menuju kampung tersebut dari pusat Desa + 3 Km dengan kondisi jalan setapak + 2 Km, dengan waktu tempuh 30 menit (waktu normal/kemarau) 1 jam lebih dikala musim hujan. Selain jauh dari pusat desa, Kampung Legoknyenang dan Cihaneuleum tidak memiliki tempat layanan pendidikan (Sekolah Dasar) dan Kesehatan (Posyandu). Apabila dimusim hujan kondisi jalan becek/licin, sehingga anak sekolah, ibu hamil, bayi dan balita dari kampung tersebut terhambat untuk mengakses  ke tempat  layanan dan  petugas layanan. Untuk menunjang kegiatan tersebut  rumah Ibu Yuyum Yulianti dan Mesjid dipergunakan untuk kegiatan Posyandu dan Belajar, Sedangkan untuk  kegiatan lainnya ada di luar Kp Legoknyenang/sekitar wilayah kantor desa.
Untuk mengantisipasi permasalahan  akses jalan, masyarakat  bahu membahu membuka  jalan  yang sebagian tanahnya dibeli (Ibu Yuyum Yulianti) dari warga dengan luas 3x300 M sehingga yang tadinya jalan setapak/tanah menjadi jalan kampung atau desa yang bisa di akses roda empat dengan cara dibuka dan perkerasan selama kurun waktu 2 tahun.
Untuk meningkatkan kehadiran dan motivasi hadir ke Posyandu maka setelah kegiatan tersebut dilaksanakan kegiatan PAUD. Karena jauhnya akses ke Sekolah Dasar maka sampai dengan Tahun 2008 anak usia 7, 8 dan 9 tahun warga Kp Legoknyenang dan Cihaneuleum  masih ada yang bergabung di PAUD. Hal tersebut menjadi cikal bakal pemikiran Ibu Kader Posyandu Sekaligus Tutor PAUD Ibu Yuyum Yulianti dan Hj. Astriah yang disampaikan di Musrenbangdes, Musdus dan DTKP untuk dibangun tempat layanan kesehatan (PYD) dan Pendidikan Dasar (Kelas Jauh SDN 1 Cidahu)
Dari  harapan tersebut  pada Tahun 2008,  di bangun Posyandu yang difasilitasi oleh PNPM Generasi  Desa  Cidahu  dan dibangun PAUD serta MCK dari bantuan lainnya  di atas  Tanah Hibah(Ibu Yuyum Yulianti)   seluas 300 m. Untuk  membuktikan  keseriusan  masyarakat  Legok nyenang  dan Cihaneuleum  untuk  dibangunnya  tempat  layanan  pendidikan dasar, maka  atas  izin  UPTD  Pendidikan  dan  Kepala  Sekolah  SDN 1 Cidahu, war ga  yang  dikoordinir  oleh   Ibu  Yuyum Yulianti menyelengarakan Pendidikan Dasar Kelas Jauh di Tahun 2009 dengan tenaga pengajar 2 orang  dan jumlah siswa 36 orang. Adapun tempat untuk mewujudkan  hal  tersebut   Mesjid yang  dibangun di  atas Tanah Wakap  (Ibu Yuyum Yulianti)  seluas 800 M dipakai untuk  kegiatan belajar mengajar kelas jauh SDN 1 Cidahu. Dengan  keseriusan  tersebut  akhirnya   Tahun  2010 di bagun  Satu Lokal  RKB    oleh  PNPM  Generasi  Desa Cidahu di  Tanah  Hibah   ( Ibu Yuyum  Yulianti) seluas  800 m.
Akses jalan yang sudah dibuka dan diperkeras oleh Masyarakat sepanjang 862 Meter dan  lebar 2,5 Meter,Tahun 2011 di tingkatkan/di aspal   oleh PNPM Mandiri Perdesaan dan diawal Tahun 2012 status Kelas Jauh SDN 1 Cidahu menjadi SDN 3 Cidahu (definitif) dengan Kepala Sekolah (PNS), Guru Olah Raga (PNS) dan 2 orang guru honorer. Pada Tahun 2013 di tanah hibah (Ibu Yuyum Yulianti) seluas 800 M tersebut di atas  dibangun 2 lokal RKB SDN 3 Cidahu  bantuan Dinas  Pendidikan Kabupaten Sukabumi, sedangkan pada Tahun 2014 sekarang sedang dibangun 3 Lokal RKB MD di atas tanah Hibah (Ibu Yuyum Yulianti) seluas 800 M  dan akses jalan menuju SDN 3 Cidahu dan MD seluas 1000 M. Sampai saat ini untuk menjawab kekurangan ruang belajar siswa masih tetap memakai  ruang mesjid  sedang ruang Guru/ Kantor  masih menumpang di salah satu  rumah  (Ibu Yuyum Yulianti) yang terletak  disekitar Sekolah.
Perempuan yang memiliki motto: memberi apa yang kita miliki dan bermanfaat bagi kemaslahatan orang lain menjadi inspirasi dalam bermasyarakat” sampai kapanpun akan terus berjuang demi mewujudkan mimpi-mimpi dan harapan masyarakat. Bentuk Partisipsi Masyarakat yang tinggi serta Fasilitasi PNPM MPd Generasi dan Mandiri Perdesaan, Kampung Legoknyenang dan Cihaneuleum telah memiliki apa yang mereka harapkan yang sebelumnya hanya mimpi dan mimpi. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang
 
Audiensi dengan Kementerian/Lembaga
Pada hari kedua Temu Nasinal 2014, Jumat 9 Mei 2014 para duta sejatinya akan berkunjung ke Kantor Wakil Presiden (Wapres) sekaligus berdialog dengan Wapres RI, Boediono. Akan tetapi acara ini dibatalkan karena berbarengan dengan agenda Sidang yang mana Wapres RI, Boediono hadir dalam persidangan tersebut memberikan keterangan sebagai saksi. Untuk itu acara hari ini langsung melakukan audiensi ke enam K/L, untuk berbagi kisah inspiratif kedapa para pejabat di lingkungan K/L tersebut. “Bukan sekedar menyediakan pelayanan umum, PNPM Mandiri juga melatih kelompok miskin untuk aktif dan berdaya mengakses layanan kesehatan dasar bagi ibu hamil, balita dan anak-anak, serta pelayanan pendidikan, dan hokum”, ungkap Naomi Bole, salah satu duta PNPM Mandiri Perdesaan dari Sumba timur, NTT dalam audiensi para duta dengan Menko Kesra Agung Laksono, Jum’at (09/05) di Jakarta.
Rahma (12) seorang tuna daksa yang ditinggal keluarganya sejak kecil. Ayahnya malu karena kondisinya. Dia baru bisa sekolah 8 tahun. Sering diolok-olok temannya. Setelah mendapat bantuan kaki palsu, bisa kembali bersekolah dengan ceria. Rahma adalah penerima manfaat PNPM Generasi dari Kampung Gadok, Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Prov. Jawa Barat. Siswi kelas IV SD penyandang disabilitas tersebut kini berdaya setelah mendapat bantuan kaki palsu yang difasilistasi PNPM. PNPM telah membuat dirinya termotivasi untuk menyenyam pendidikan di sekolah umum. Rahma kini berprestasi di kelasnya dengan nilai rata-rata delapan. Semangatnya telah menginspirasi para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk tidak menyerah dan menyekolahkan anaknya
Para Duta PNPM berdiskusi keberlanjutan PNPM Mandiri bersama Menko Kesra Agung Laksono. Mereka berharap program ini tetap berlanjut karena PNPM Mandiri telah terbukti berguna untuk masyarakat dalam mewujudkan keinginan dan harapan masyarakat.
Usai beraudiensi dengan kementerian / Lembaga, mengenai harapan dan aspirasi mereka Mengapa PNPM Mandiri harus dilanjutkan, yang disampaikan secara langsung ke Kementerian/ Lembaga, para duta PNPM kembali ke Hotel tempat menginap untuk beristirahat dan bersiap untuk acara besok yaitu Acara puncak Temnas PNPM Mandiri 2014 akan digelar pada 10 Mei 2014 di Monumen Nasional, Jakarta, dengan bernuansa Pesta Rakyat.

Pesta Rakyat Temu Nasional 2014
Acara puncak Temu Nasional 2014 dipusatkan di Monumen Nasional pada hari Sabtu, 10 Mei 2014. Umbul-umbul dan bendera Temu Nasional PNPM Mandiri menyambut mulai dari pintu masuk Monas hingga Gapura Selamat Datang Temu Nasional 2014. Gapura sederhana yang terbuat dari Bambu dan tampak bentuk boneka manusia yang sedang bergotong royong membangun mencerminkan nilai-nilai dalam PNPM Mandiri yang senantiasa menumbuhkan nilai gotong royong dan partisipasi. Setelah masuk gapura langsung disambut oleh tenda pendaftaran bagi peserta maupun masyarakat umum. Didepannya terdapat tenda Press Conference, maju kedepan ada Panggung Besar untuk acara Pesta Rakyat dengan barisan seribuan kursi untuk peserta dan masyarakat umum. Disamping kursi peserta dan masyarakat yang menghadiri pesta rakyat ini terdapat tenda-tenda yang merupakan perwakilan dari Program PNPM Mandiri yang membuka Stan Pameran. Terdapat Baliho Raksasa dengan gambar foto-foto pelaku dan penerima manfaat program PNPM yang bisa kita manfaatkan untuk background kita berfoto.
Tari Pakarena dari Sulawesi membuka Temu Nasional PNPM Mandiri 2014. Ibu Pamuji Lestari, PNPM Mandiri mengajak para Duta PNPM berdiri penuh semangat memekikkan yel-yel PNPM Mandiri. Semangat pejuang pembangunan DUTA PNPM Mandiri, Semangat melanjutkan PNPM. Acara disambut oleh perwakilan Gubernur DKI yaitu Asisten Deputi Gubernur DKI, Harijogja. Perwakilan Pemerintah Provinsi DKI menyampaikan ucapan, "Selamat Datang" dari Gubernur, Joko Widodo. Selanjutnya Perwakilan Kemenko Kesra menyampaikan semangat dari Menko Kesra, Agung Laksono, "Salam dan terima kasih atas yg sudah Bapak/Ibu lakukan untuk PNPM yg manfaatnya kita rasakan bersama, disampaikan oleh Sesmenko Kesra Sugihartatmo, dan dengan didampingi Sekjen PMD Kemendagri Tarmizi Karim serta Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko Kesra Sujana Royat, Sugihartatmo membuka secara
resmi acara puncak Temu Nasional PNPM Mandiri dan Pesta Rakyat, di halaman Monumen Nasional.
Acara dilanjutkan dengan berbagi kisah inspiratif dari Duta PNPM kepada 700 masyarakat yang hadir. Duta PNPM dari Nunukan, Kalimantan Tenggara, Ibu Dorce bangga dengan PNPM Mandiri karena bisa mengembangkan usaha gorengan & aksesoris. Anaknya sebentar lagi akan diwisuda sarjana. Sementara itu Sugeng Handoko, pemenang Lomba Cerita 1001 Jejak PNPM Mandiri dari Desa wisata Nglanggeran, DIY. "Pemicu keberhasilan adalah dari keinginan masyarakat itu sendiri dan dilakukan masyarakat." Desa Nglanggeran kini mengembangkan homestay, kuliner, tampungan air untuk agrowisata, dan pengembangan wisata lainnya. Di dunia internasional, Desa Nglanggeran diajukan menjadi geopark internasional yang akan dinilai Unesco. Waltrudis Jenimat dari Manggarai bercerita di daerahnya ada kepercayaan bahwa usia kehamilan di bawah 3 bulan harus berusaha menyembunyikan karena khawatir tidak jadi. Akhirnya, para ibu tidak memeriksa kandungannya. Tapi sejak ada PNPM Mandiri ibu rutin ke posyandu dan merawat kehamilan. "Kamipun orang desa, ingin sama-sama membangun bangsa."ujarnya.
Pada Pesta Rakyat di Monas ini juga dilangsungkan Bincang Inspiratif “Dialog Nusantara Berdaya” sesi talkshow untuk menanggapai dan mengapresiasi ke-100 duta PNPM merupakan sesi utama dalam rangkaian acara Temu Nasional PNPM 2014 yang diharapkan dapat mengkonfirmasi keberlanjutan diterapkannya nilai-nilai positif PNPM bagi Indonesia yang lebih baik. Talkshow yang ditampilkan diatas panggung terbuka dihadapan peserta temu Nasional dan masyarakat umum pengunjung monas menghadirkan para tokoh pemberdayaan seperti Budiman Sudjatmiko, Erna Witoelar, Sujana Royat, dan Nani Zulmirnarni (Perempuan Kepala Keluarga – PEKKA) dan dipandu oleh presenter Anya Dwinov .
Budiman Sujatmiko, anggota DPR RI itu mengatakan "Kita harus mengubah pola pikir dari pegawai pemberdayaan menjadi agent of change, agen pengubah desa." Budiman juga menyoroti hadirnya Website Desa dengan domain desa.id yang sudahdigunakan oleh sebagian desa diseluruh indonesia. Dengan adanya website desa, ibarat seperti menaruh uang di tempat terang. Jadi Semua masyarakat mengetahui dana untuk desanya." Erna Witoelar menyoroti, Di dunia ini ada dua gender; laki-laki dan perempuan. Kalau hanya ada laki-laki, masih ada ketimpangan. Senada dengan Erna Witoelar, Nani, ketua PEKKA(Perempuan Kepala Keluarga) mengatakan “Jangan sampai setelah UU Desa, muncul perda-perda yg diskriminatif terhadap perempuan. PNPM harus kawal, Nani juga berharap Inspirator tidak berhenti di dirinya, terus belajar, tidak berhenti pada satu hasil. PNPM antar masyarakat desa berdaulat."ujarnya. Sementara itu Bapak Sujana Royat, dari PNPM Mandiri mengatakan untuk memberdayakan yg paling terpuruk. Pemberdayaan masyarakat dari bawah.
Acara yang digelar sehari penuh tersebut ditutup dengan peluncuran buku PNPM bersama KATADATA “Indonesia Berdaya” dalam sebulan menemukan 100 kisah dari pelosok, dan Pesta Rakyat yang dimeriahkan hiburan dari Nu Dimension, Penyanyi Jalanan, ada Standup Comedy Ari Keriting yang mengocok perut, serta joget bareng rame-rame. “Siapapun presidennya, programnya satu tujuan!” Nyanyi dan joged bareng yang dipandu Komunitas Kreatif. Pak Sujana Royat pun melebur menjadi satu berjoget ria bersama-sama. Dipenghujung diberikan Tenun khusus dari pemanfaat PNPM Peduli Lombok utk Pak Sujana.
            Acara Temu Nasional 2014 pun telah usai, gebyar PNPM pun terasa sekali dibandingkan Temu Nasional sebelum-sebelumnya. Melalui 100 Duta PNPM dari seluruh Indonesia sudah bercerita dan menyampaikan harapannya kepada Pemerintah melalui Kementerian/Lembaga, betapa dahsyat perubahan yang terjadi dimasyarakat dan betapa besar manfaat dari Program PNPM Mandiri untuk masyarakat. Program PNPM Mandiri sudah mengakar kuat dimasyarakat dan masyarakat mengharapkan untuk keberlanjutan program ini, tidak berhenti sampai tahun ini. Siapapun pemimpinnya, siapapun presidennya, masyarakat berharap program ini tetap berlanjut, apapun namanya nanti.(Hends-2014)


Foto by : PSF dan Koleksi Pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Komentar